Sedekah yang paling utama bukan selalu tentang seberapa besar nominal yang dikeluarkan, tetapi juga tentang keikhlasan, kondisi seseorang ketika bersedekah, harta yang diberikan, serta manfaat yang diterima oleh orang lain.
Rasulullah SAW bahkan menjelaskan bahwa salah satu sedekah yang paling besar pahalanya adalah ketika seseorang bersedekah dalam keadaan sehat, masih membutuhkan hartanya, dan memiliki kekhawatiran akan menjadi miskin.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,
“Ada orang yang bertanya, ‘Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling utama?’ Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Sedekahnya orang yang tidak punya, dan dahulukan bersedekah kepada orang yang menjadi tanggunganmu.’” (HR. Ahmad 14: 324, Abu Dawud no. 1677, Ibnu Khuzaimah no. 2444, Ibnu Hibban no. 3335, dan Al-Hakim 1: 414; dengan sanad yang sahih)
Hadis tersebut memberikan pelajaran penting, jangan menunggu memiliki harta berlebih untuk mulai bersedekah. Selama memiliki kemampuan, kesempatan untuk berbagi sebaiknya tidak ditunda.
Lantas, seperti apa sedekah yang paling utama menurut Islam? Kepada siapa sebaiknya diberikan? Dan apakah waktu tertentu juga memiliki keutamaan?
Sedekah yang Paling Utama Menurut Rasulullah SAW
Ketika seorang sahabat bertanya tentang sedekah yang paling besar pahalanya, Rasulullah SAW tidak menjawab dengan menyebut nominal tertentu.
Beliau justru menjelaskan kondisi seseorang ketika mengeluarkan hartanya.
“Wahai Rasulullah, sedekah yang mana yang lebih besar pahalanya?” Beliau menjawab, “Engkau bersedekah pada saat kamu masih sehat, saat kamu takut menjadi fakir, dan saat kamu berangan-angan menjadi kaya. Dan janganlah engkau menunda-nunda sedekah itu, hingga apabila nyawamu telah sampai di tenggorokan, kamu baru berkata, “Untuk si fulan sekian dan untuk fulan sekian, dan harta itu sudah menjadi hak si fulan” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 1419 dan Muslim no. 1032).
Pesan dari hadis ini sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Ketika seseorang masih sehat, ia biasanya memiliki banyak rencana. Ada kebutuhan keluarga, biaya pendidikan, cicilan, keinginan membeli sesuatu, tabungan masa depan, dan berbagai kebutuhan lainnya.
Dalam kondisi seperti itu, mengeluarkan sebagian harta untuk orang lain membutuhkan pengorbanan.
Apa yang Membuat Sebuah Sedekah Menjadi Lebih Utama?
Setelah mengetahui hadis tentang sedekah yang paling utama, kita dapat memahami bahwa keutamaan sedekah tidak hanya ditentukan oleh jumlah uang yang diberikan.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar sedekah menjadi amal yang bernilai.
1. Dilakukan dengan Ikhlas
Sedekah merupakan ibadah. Karena itu, tujuan utamanya adalah mencari ridha Allah, bukan mendapatkan pujian dari manusia.
Seseorang mungkin memberikan uang dalam jumlah besar, tetapi jika tujuannya hanya ingin mendapatkan pengakuan, maka ia perlu mengevaluasi kembali niatnya.
Sebaliknya, seseorang yang hanya mampu memberikan sedikit tetapi melakukannya dengan ikhlas tetap memiliki kesempatan untuk mendapatkan pahala dari Allah.
2. Memberikan Harta yang Masih Dicintai
Allah SWT berfirman:
“Kamu sekali-kali tidak akan memperoleh kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Apa pun yang kamu infakkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui tentangnya.” (QS. Ali ‘Imran: 92)
Ayat ini memberikan gambaran bahwa memberikan sesuatu yang masih kita cintai memiliki nilai pengorbanan.
Ada perbedaan antara memberikan sesuatu karena sudah tidak digunakan dengan memberikan sesuatu yang sebenarnya masih memiliki nilai bagi diri sendiri.
Misalnya, seseorang memiliki sejumlah uang yang sebenarnya ingin digunakan untuk keperluan tertentu. Namun, ia melihat ada orang lain yang lebih membutuhkan dan kemudian menyisihkan sebagian dari uang tersebut untuk membantu.
3. Sedekah yang Dilakukan Secara Sembunyi-sembunyi
Sedekah yang paling utama selanjutnya adalah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi, artinya Sahabat bersedekah tulus untuk memberi bukan untuk mendapatkan pengakuan dari sesama manusia.
“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Allah akan menghapus sebagian kesalahan-kesalahanmu. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah: 271).
4. Sedekah Saat Kondisi Sulit
Terakhir adalah sedekah yang diberikan saat keadaan sulit seperti hadis yang kami kutip di judul sebelumnya.
“Sedekah yang paling utama adalah engkau bersedekah dalam keadaan sehat dan kikir, ketika engkau ingin kaya dan takut miskin.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Kepada Siapa Sebaiknya Sedekah Paling Utama Diberikan?
Islam mengajarkan jika sedekah bisa diberikan kepada orang yang membutuhkan, namun dalam islam juga terdapat urutan untuk sedekah diantaranya :
1. Sedekah untuk Keluarga Terdekat
Pertama sedekah untuk keluarga terdekat baik anak, orang tua atau kerabat terdekat.
Dalam hadis dari Hakim bin Hijaz radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda :
“Tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah. Mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu. Sebaik-baik sedekah adalah dari orang yang sudah cukup (berkecukupan)……”. (HR. Bukhar dan Muslim)
2. Sedekah untuk Yatim dan Piatu
Kedua adalah memberikan sedekah kepada anak yatim dan piatu, kenapa ini utama karena dalam sebuah hadis dari Shal bin Sa’ad, Rasulullah bersabda :
“Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini,” kemudian beliau mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau serta agak merenggangkan keduanya. (HR. Bukhari)
3. Sedekah untuk Fakir Miskin
Dalam hidup, tidak semua beruntung mempunyai harta banyak dan berkecukupan, mereka ada yang menjadi golongan fakir miskin.
Untuk itu, salah satu sedekah yang paling utama adalah diberikan kepada mereka yang membutuhkan.
Yuk Mulai Sedekah Bersama CBK Peduli
Itulah tadi pembahasan tentang sedekah yang paling utama mulai dari diberikan kepada siapa dan kondisi saat memberikan sedekah.
Semua sedekah yang diberikan itu baik jika dilandasi dengan niat tulus membantu dan meringankan beban sesama.
Untuk itu sedekah bisa dimulai dari sekarang, tidak harus banyak dan tidak perlu bingung disalurkan kepada siapa.
CBK Peduli (Cahaya Berkah Kemakmuran) dapat menjadi salah satu pilihan untuk menyalurkan kepedulian melalui program-program sosial yang ditujukan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Yuk, mulai bersedekah hari ini. Karena rezeki yang dibagikan dapat menjadi jalan hadirnya kebaikan bagi orang lain.





