Sedekah merupakan amal yang sangat dianjurkan dalam Islam bahkan dalam Al-Qur’an dan hadis juga banyak ayat yang menjelaskan tentang hal itu, salah satunya surah Ali Imran ayat 92 yang artinya :
“Kamu sekali-kali tidak akan memperoleh kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Apa pun yang kamu infakkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui tentangnya.”
Namun, tidak semua sedekah otomatis mendapatkan pahala di sisi Allah. Ada sikap, niat, dan sumber harta yang dapat merusak nilai sedekah sehingga amal tersebut tidak diterima sebagaimana yang diharapkan.
Lantas, seperti apa contoh sedekah yang tidak diterima Allah? Berikut penjelasannya berdasarkan Al-Qur’an dan hadis.
1. Sedekah karena Riya, Menyakiti, dan Gemar Mengungkit
Salah satu hal yang dapat menghilangkan pahala sedekah adalah memberikan sesuatu karena ingin dipuji, kemudian menyakiti perasaan penerima atau mengungkit-ungkit pemberian tersebut.
Allah SWT berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, jangan membatalkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya (pamer) kepada manusia, sedangkan dia tidak beriman kepada Allah dan hari Akhir. Perumpamaannya (orang itu) seperti batu licin yang di atasnya ada debu, lalu batu itu diguyur hujan lebat sehingga tinggallah (batu) itu licin kembali. Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan. Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum kafir”. (QS. Al-Baqarah: 264)
Ayat diatas sangat jelas jika riya, menyakiti orang yang menerima sedekah dan mengungkit pemberian itu akan membatalkan pahala sedekahnya.
Artinya kebaikan yang seharusnya bisa mendatangkan pahala kepada kita menjadi hilang.
Selain ayat diatas, Rasulullah bersabda :
“Berinfaklah dan jangan menghitung-hitung, niscaya Allah akan menghitung rezeki-Nya padamu. Dan jangan kamu menahan-nahan, niscaya Allah akan menahan-nahan rezeki-Nya padamu.” (HR. Bukhari)
2. Sedekah dengan Harta yang Haram
Sedekah adalah perbuatan baik yang akan memberikan pahala untuk si pemberi sedekah, lalu bagaimana jika harta yag digunakan itu haram?
Rasulullah SAW bersabda:
“Siapa yang bersedekah setara dengan satu butir kurma dari hasil usaha yang baik, sementara Allah tidak menerima kecuali yang baik…” (HR. Bukhari)
Hadis tersebut menegaskan bahwa Allah menerima sesuatu yang baik.
Dan ketika seseorang menggunakan harta yang tidak baik sumbernya, itu akan menghapus kebaikan dari sedekah tersebut.
3. Sedekah yang Tidak Dilandasi Iman kepada Allah
Dalam pembahasan tentang penerimaan amal di sisi Allah, iman memiliki kedudukan yang sangat penting.
Allah SWT berfirman dalam QS. At-Taubah ayat 54:
“Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan (terpaksa).” (QS. At-Taubah: 54)
Apa yang Harus Diperbaiki Agar Sedekah Diterima?
Setelah mengetahui beberapa hal yang dapat merusak nilai sedekah, kita bisa mengambil langkah sederhana untuk memperbaiki agar sedekah yang kita keluarkan bernilai ibadah dan diterima Allah SWT.
Adapun yang harus diperbaiki diantaranya :
1. Luruskan Niat
Segala sesuatu yang kita lakukan didunia itu tergantung dari niatnya, untuk itu sebelum bersedekah luruskan niat kita untuk mendekatkan diri kepada Allah dan niat tulus membantu meringankan beban orang yang akan dibantu.
Kenapa niat ini menjadi penting dalam sedekah?
Karena Nabi Muhammad pun bersabda :
Innamal a’malu binniyat
Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya (HR. Bukhari dan Imam Muslim)
2. Gunakan Harta yang Halal
Sedekah adalah perbuatan baik yang mana sumber kebaikan ini juga harus baik.
3. Jangan Menyakiti Penerima
Berikan bantuan dengan cara yang menjaga kehormatan penerima.
Tidak perlu menunjukkan bahwa kita lebih tinggi hanya karena sedang memiliki kemampuan untuk membantu.
4. Jangan Mengungkit Pemberian
Setelah memberikan sedekah, jangan menjadikannya sebagai alat untuk menekan penerima.
Biarkan amal tersebut menjadi urusan kita dengan Allah.
5. Bersedekah dengan Tulus
Tidak perlu menunggu memiliki harta berlimpah.
Sedekah dapat dimulai dari kemampuan yang ada, selama diberikan dengan niat yang baik dan berasal dari harta yang halal.
Yang perlu dibangun bukan hanya kebiasaan memberi, tetapi juga kebiasaan memberi dengan cara yang benar.
Yuk Bersedekah dengan Cara yang Baik Bersama CBK Peduli
Setelah tahu ternyata ada sedekah yang juta tidak diterima Allah dan merusak pahala, tentu kita ingin setiap amal dan kebaikan kita menjadi amal yang baik dan bernilai pahala.
Dari penjelasan diatas sangat mudah, yang pertama tentu selalu luruskan niat karena Allah, kemudian sumber harta juga harus halal.
Jika Sahabat ingin bersedekah tetapi masih bingung mencari penerima manfaat atau program yang tepat, CBK Peduli (Cahaya Berkah Kemakmuran) dapat menjadi salah satu pilihan untuk menyalurkan kepedulian melalui program sosial dan kemanusiaan.
Yuk, mulai bersedekah hari ini dan hadirkan manfaat bagi mereka yang membutuhkan.





